Pelatihan Pembuatan Buket dan Manik-manik (Tema: Kreasi tangan, untuk percantik kenangan)
Oleh: Bidang Ekonomi Kewirausahaan PK IMM Paripatetik
Semarang, 23 Oktober 2025 - Dalam dunia kreativitas dan kewirausahaan, kemampuan untuk mengolah sesuatu yang sederhana menjadi produk bernilai adalah keterampilan penting yang perlu terus diasah. Melalui kegiatan “Pelatihan Pembuatan Buket dan Manik-manik” dengan tema Kreasi tangan, untuk percantik kenangan, Bidang Ekonomi Kewirausahaan PK IMM Paripatetik bersama Bank Sampah Walisongo menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya mengembangkan keterampilan tangan, tetapi juga menumbuhkan semangat berwirausaha berbasis kreativitas. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk memahami dasar-dasar kerajinan, mengenal berbagai alat dan bahan, serta belajar langsung membuat buket dan kreasi manik-manik yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai jual. Dengan pendampingan pemateri dan suasana belajar kolaboratif, peserta diajak untuk menyadari bahwa karya indah dapat lahir dari keberanian mencoba serta kemauan untuk terus mengembangkan potensi diri.
Kegiatan Pelatihan Pembuatan Buket dan Manik-manik dengan tema “Kreasi tangan, untuk percantik kenangan” ini dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Oktober 2025. Kegiatan ini diadakan oleh Bidang Ekowir PK IMM Paripatetik yang collab dengan studi belajar BSW (Bank Sampah Walisongo). Pelatihan dipandu oleh kak Aqila Nadzifah dari BSW dan moderator oleh Kak Selly Anggraini dari PK IMM Paripatetik.
Sebelum ke praktek pembuatan buket dan kerajinan dari manik-manik, pemateri memberikan penjelasan terkait dasar-dasar kerajinan tangan. Selain itu juga dijelaskan alat dan bahan apa saja yang dibutuhkan, serta tujuannya untuk apa. Setelah dijelaskan baru melakukan praktek pelatihannya.
Memasuki kegiatan inti, peserta terlebih dahulu belajar membuat buket. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok, kemudian diberikan perlengkapan mulai dari kertas, plastik pembungkus, pita, hingga ornamen pendukung lainnya. Proses ini mendorong kerja sama, kreativitas, dan kejelian dalam merangkai komposisi warna serta bentuk. Setelah sesi pembuatan buket, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat kerajinan manik-manik seperti gelang, gantungan kunci, hingga strap masker. Pada sesi ini, peserta diberikan kebebasan berkreasi, sehingga terlihat berbagai desain unik yang menunjukkan gaya dan kreativitas masing-masing.
Setiap karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi pengalaman belajar, tetapi juga dapat dibawa pulang sebagai bentuk apresiasi atas proses dan usaha peserta. Lebih dari sekadar keterampilan, pelatihan ini membuka peluang bagi peserta untuk melihat potensi usaha yang bisa dikembangkan dari kerajinan sederhana. Melalui kegiatan ini, Bidang Ekowir berharap muncul kesadaran bahwa kreativitas dapat menjadi sumber penghasilan, sekaligus sarana mengekspresikan diri dalam bentuk karya yang memiliki nilai estetika dan kenangan.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan praktis dalam membuat buket dan berbagai kerajinan manik-manik, tetapi juga merasakan manfaat dari proses kreatif yang melatih ketelitian, kesabaran, dan kemampuan berinovasi. Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk memanfaatkan keterampilan yang dipelajari sebagai peluang usaha maupun sarana pengembangan diri. Terima kasih kepada seluruh peserta, pemateri, dan kolaborator dari BSW yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Semoga pelatihan ini menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya, menciptakan kreasi baru, serta mengembangkan potensi kewirausahaan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
.
Editor: Soffina Putri Hernindiasari, Ammar Halimi
Komentar
Posting Komentar