Membuka Potensi Kreatif Lewat Pelatihan Merangkai Manik – manik

Oleh: Bidang Ekonomi Kewirausahaan dan Bidang Immawati PK IMM Paripatetik

    Semarang, 23 Mei 2025, Bidang Ekonomi Kewirausahaan dan Bidang Immawati PK IMM Paripatetik mengadakan pelatihan merangkai manik-manik untuk pertama kalinya. Di tengah era digital yang serba cepat, kreativitas tetap punya tempat istimewa, salah satu bentuk kreativitas yang terus eksis bahkan makin digemari adalah kerajinan tangan. Dari sekedar hobi, aktivitas ini bisa berkembang dari peluang usaha yang menjanjikan. Nah, salah satu bentuk kerajinan yang belakangan banyak digandrungi adalah merangkai manik – manik. 
    Kenapa manik – manik ? karena bahan ini relative murah, mudah ditemukan, tapi bisa disulap jadi aksesoris cantik dan unik. Mulai dari gelang, cincin, kalung, hingga gantungan kunci dan strap handphone, semua bisa dibuat dengan sentuhan kreatif. Menariknya, kegiatan ini enggak cuma cocok untuk anak – anak muda, tapi juga bisa jadi wadah pengembangan diri bagi siapa saja.
    Melihat potensi itu, kami dari bidang Ekonomi Kewirausahaan dan Bidang Immawati PK IMM Paripatetik berkolaborasi mengadakan Pelatihan Merangkai Manik-Manik. Tujuannya sederhana tapi bermakna: membuka ruang bagi kader dan anggota untuk menyalurkan kreativitas, belajar keterampilan baru, dan mulai melihat potensi usaha dari hal-hal sederhana. Harapannya, kegiatan ini bisa membekali peserta dengan pengalaman praktis yang tidak hanya menyenangkan, tapi juga bermanfaat di masa depan. 
    Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Mei 2025, bertempat di Taman Edupark, Kampus 2 UIN Walisongo Semarang. Pagi itu, suasana taman yang biasanya tenang jadi lebih hidup dengan kehadiran peserta yang antusias. Walaupun kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB, sebagian peserta sudah datang lebih awal karena tak sabar ingin mencoba langsung merangkai manik-manik. Kegiatan dibuka dari kedua bidang, disusul dengan sesi perkenalan singkat. Setelah itu, pelatihan dipandu oleh moderator dan pemateri yang memang sudah punya pengalaman dalam dunia kerajinan tangan, yaitu Immawati Azzah dari Bidang Immawati dan moderator Immawan Raihan dari Bidang Ekonomi Kewirausahaan.
    Sesi pertama dimulai dengan pengenalan berbagai jenis manik-manik: dari yang polos, transparan, sampai yang bermotif lucu. Peserta juga dikenalkan dengan alat-alat dasar yang digunakan dalam perangkaian, seperti benang nilon, tang kecil, dan pengait. Meski tampak sederhana, alat dan bahan ini bisa menghasilkan karya yang luar biasa jika dirangkai dengan imajinasi. Masuk ke sesi praktik, peserta langsung diajak mencoba membuat gelang dan gantungan kunci. Masing-masing diberi kebebasan memilih warna dan bentuk manik-manik sesuai selera. Suasana menjadi seru dan ramai ketika semua mulai fokus menyusun pola dan mencoba membuat simpul-simpul yang rapi. Ada yang langsung lihai, ada juga yang butuh beberapa kali mencoba tapi, semuanya terlihat menikmati prosesnya.
    Salah satu peserta bahkan berkomentar, “Awalnya kelihatan susah, tapi ternyata seru banget! Jadi pengin terus belajar dan bikin model lain.” Komentar seperti ini menjadi salah satu indikator bahwa pelatihan berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. Meski jumlah peserta tidak terlalu banyak, namun hal itu justru membuat suasana lebih intim dan interaktif. Pemateri bisa lebih fokus membimbing satu per satu, dan peserta pun tidak sungkan bertanya. Kegiatan berlangsung dengan lancar, dan ditutup dengan sesi refleksi singkat dan foto bersama.
    Pelatihan Merangkai Manik-Manik ini lebih dari sekadar belajar membuat aksesoris. Ini adalah pengalaman belajar bersama yang menyenangkan, tempat bertukar ide, dan ruang untuk menumbuhkan semangat wirausaha dari hal-hal kecil. Peserta tidak hanya pulang dengan karya hasil tangan mereka sendiri, tapi juga dengan wawasan baru tentang bagaimana mengubah hobi menjadi peluang usaha.
    Kami percaya bahwa kreativitas adalah modal utama untuk bertahan dan berkembang di masa depan. Lewat kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan semangat itu kepada seluruh kader dan anggota IMM. Harapan ke depan, semoga pelatihan seperti ini bisa terus dilanjutkan, dikembangkan, dan menjangkau lebih banyak orang. Siapa tahu, dari kegiatan ini akan lahir pengusaha muda yang memulai langkahnya dari sebutir manik-manik.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga menjadi awal dari gerakan kreatif yang lebih besar lagi!


Editor: Soffina Putri Hernindiasari, Ammar Halimi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SARASEHAN Vol. 2 Halal Bi Halal IMM Paripatetik, Waktu yang Pas untuk Saling Memaafkan dan Menguatkan Persaudaraan

Forum Literasi: RPK IMM Paripatetik menggandeng HMI Saintek Sebagai Bentuk Kolaborasi Antar Gerakan Intelektual Mahasiswa