Bukan Sekadar Militansi Ideologis, Kader Muda IMM Dibekali Keterampilan Profesional Lewat Pelatihan Manajemen

Oleh: Bidang BPU IMM Paripatetik    

    SEMARANG TENGAH, Menjadi aktivis andal tak cukup hanya dengan semangat membara dan pemahaman ideologis yang kuat. Kualitas ini harus ditopang oleh kemampuan praktis yang mumpuni. Inilah fokus utama Latihan Administrasi dan Manajemen Organisasi (LAMO) yang baru saja diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Paripatetik UIN Walisongo Semarang.

    LAMO adalah agenda krusial yang secara spesifik ditujukan bagi para kader Angkatan 23. Tujuannya jelas: menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya militan dalam pemikiran, tetapi juga tangkas dalam urusan operasional manajemen organisasi dan kepemimpinan profesional. Kegiatan penggodokan kemampuan ini berlangsung satu hari penuh, tepatnya pada Ahad (15/09/25), bertempat di Mirae Asset Sekuritas Center, Semarang.

    Administrasi dan Tata Kelola: Fondasi Kekuatan Organisasi

    Pembukaan acara turut dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Cabang IMM Kota Semarang, IMMawati Salma Zabrina Putri, yang menegaskan komitmen pelatihan ini dalam mencetak calon pemimpin. Ketua Umum PK IMM Paripatetik UIN Walisongo Semarang memberikan penekanan khusus pada pentingnya aspek manajerial.

    "Administrasi dan manajemen organisasi adalah tulang punggung dan sistem saraf bagi IMM," tutur Intan Widiastuti selaku Ketua Umum PK IMM Paripatetik. Ia menjelaskan bahwa tata kelola menjadi fondasi yang memastikan, "setiap ide cemerlang, setiap semangat kemanusiaan, dan setiap nilai keagamaan yang kita perjuangkan bisa terorganisir dengan baik."

    Oleh karena itu, pembekalan dalam LAMO ini menjadi fondasi yang akan memastikan setiap program kerja dan nilai-nilai dakwah Muhammadiyah dapat berjalan efektif dan terstruktur.

    Tiga Ilmu Kunci untuk Kader Profesional

    Kegiatan yang padat dan informatif ini berjalan dari pukul 07.00 hingga 15.00 WIB dan dibagi menjadi tiga sesi materi yang saling melengkapi, membekali kader dengan seluruh spektrum ilmu yang dibutuhkan:

    Administrasi Kesekretariatan yang Rapi: Sesi ini diisi oleh IMMawati Salma Zabrina Putri, membahas praktik kesekretariatan, mulai dari tata cara penulisan surat-surat resmi hingga sistem pengarsipan dokumen yang terstruktur. Kemampuan ini vital agar dokumentasi dan komunikasi organisasi berjalan transparan dan terukur.

    Kiat Sukses Manajemen Program: IMMawan Aldifa Adzani Firdaus memaparkan rahasia di balik manajemen organisasi yang berhasil. Fokus materinya adalah tentang pentingnya penyusunan program kerja yang strategis, pembagian tugas yang efisien, serta koordinasi tim yang solid. Menurutnya, pengelolaan yang baik adalah kunci agar tujuan organisasi tercapai tepat waktu.

    Administrasi Keuangan yang Akuntabel: Sesi pamungkas mengupas tuntas urusan finansial. Dipandu oleh Nurul Inayah Tihurua, peserta diajak memahami pengelolaan dana, teknik penyusunan anggaran, serta bagaimana membuat pelaporan keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel).

    Penutupan LAMO ini menjadi penanda bahwa PK IMM Paripatetik telah menunaikan satu janji pentingnya: menyiapkan generasi baru yang siap menghadapi tantangan zaman. Bekal manajemen organisasi dan tata kelola profesional ini diharapkan mampu melecut kader Angkatan 23 untuk tidak hanya bersemangat dalam beretorika, tetapi juga mumpuni dalam praksis kepemimpinan, menjadikan IMM sebagai motor pergerakan dakwah yang terkelola dengan baik.


Editor: Soffina Putri Hernindiasari, Ammar Halimi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SARASEHAN Vol. 2 Halal Bi Halal IMM Paripatetik, Waktu yang Pas untuk Saling Memaafkan dan Menguatkan Persaudaraan

Forum Literasi: RPK IMM Paripatetik menggandeng HMI Saintek Sebagai Bentuk Kolaborasi Antar Gerakan Intelektual Mahasiswa

Membuka Potensi Kreatif Lewat Pelatihan Merangkai Manik – manik