Kajian Collab Immawati “ Mereka Yang Tidak Didengar : Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Disabilitas Di Tengah Lemahnya Perlindungan Hukum”

 Oleh: Bidang Immawati PK IMM Paripatetik dan Bidang Immawati PK IMM Kasman Singodimedjo

            Semarang, 04 Agustus 2025, Kajian ini mengangkat tema “Mereka yang Tidak Didengar: Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Disabilitas di Tengah Lemahnya Perlindungan Hukum” sebagai bentuk kepedulian terhadap realitas yang kerap terabaikan. Perempuan dengan disabilitas sering menjadi korban kekerasan seksual, namun suara mereka jarang terdengar dan hak mereka sering terabaikan oleh sistem hukum yang belum sepenuhnya berpihak.

Tulisan ini hadir untuk menyoroti kerentanan ganda yang dialami perempuan disabilitas, sekaligus mengingatkan bahwa akses terhadap keadilan adalah hak mendasar yang tidak boleh dikompromikan. Harapannya, kajian ini dapat membuka ruang refleksi, memperkuat kesadaran, dan mendorong lahirnya langkah nyata dalam melindungi mereka yang selama ini dipinggirkan.

Kajian Collab Immawati ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2025. Kajian ini dilakukan dengan berkolaborasi dengan Bidang Immawati Kasman Singodimedjo dari UIN Raden Mas Said. Dengan mengangkat tema “Mereka yang Tidak Didengar: Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Disabilitas di Tengah Lemahnya Perlindungan Hukum”.

Kajian kolaborasi Immawati kali ini diselenggarakan secara online melalui Google Meet dengan mengangkat tema “Mereka yang Tidak Didengar: Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Disabilitas di Tengah Lemahnya Perlindungan Hukum.” Kajian ini menjadi ruang penting untuk membuka kesadaran bersama tentang realitas yang kerap terabaikan, yaitu kerentanan perempuan disabilitas dalam menghadapi kekerasan seksual di tengah lemahnya perlindungan hukum.

Dalam penyampaian materi, pemateri menekankan bahwa perempuan disabilitas sering kali menghadapi hambatan berlapis, baik dari sisi diskriminasi gender maupun keterbatasan akses akibat disabilitas. Kasus kekerasan seksual terhadap mereka kerap tidak mendapatkan perhatian yang layak, sementara proses hukum justru sering menyulitkan korban untuk mendapatkan keadilan. Oleh karena itu, diperlukan keberpihakan nyata dari sistem hukum, pendampingan yang berperspektif disabilitas, serta solidaritas masyarakat luas.

Diskusi berjalan hangat dengan partisipasi aktif terlihat beberapa peserta yang antusias mengajukan pertanyaan. Harapannya, melalui ruang kajian seperti ini, kesadaran kolektif dapat tumbuh dan mendorong terwujudnya perlindungan hukum yang lebih adil serta manusiawi bagi seluruh korban kekerasan seksual.    

Sebagai penutup, kajian kolaborasi Immawati ini diharapkan tidak hanya berhenti pada ruang diskusi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kepedulian, solidaritas, serta gerakan nyata untuk membela hak-hak perempuan disabilitas. Dengan semakin banyaknya suara yang peduli dan berani bersuara, maka “mereka yang tidak didengar” akan semakin mendapat ruang, perhatian, dan perlindungan yang layak dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam sistem hukum yang berlaku.

Kesan dari kajian collab kali ini disampaikan oleh Ketua Bidang Immawati Kasman Singodimedjo dari UIN Raden Mas Said mengatakan bahwa : Alhamdulillah, kegiatan kajian kolaborasi Immawati terlaksana dengan baik serta memberikan tambahan wawasan dan inspirasi bagi kami.” 

Kemudian tidak lupa juga dengan pesan yang disampaikan yakni : Harapannya, kajian kolaborasi Immawati di masa mendatang dapat terlaksana dengan lebih baik dibanding sebelumnya.

Kajian kolaborasi Immawati ini menjadi bukti nyata pentingnya ruang diskusi untuk menyoroti isu-isu kemanusiaan, khususnya terkait kekerasan seksual terhadap perempuan disabilitas. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran bersama, sekaligus mendorong terciptanya perlindungan hukum yang lebih adil dan berpihak pada korban. Semoga ke depan, kajian semacam ini dapat terus dilaksanakan dengan lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemateri, pihak yang terlibat dalam berjalannya acara ini serta peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Semoga ilmu, pengalaman, dan wawasan yang didapatkan dapat menjadi bekal berharga dalam memperkuat solidaritas serta perjuangan bersama demi tegaknya keadilan. 


Editor: Soffina Putri Hernindiasari, Ammar Halimi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SARASEHAN Vol. 2 Halal Bi Halal IMM Paripatetik, Waktu yang Pas untuk Saling Memaafkan dan Menguatkan Persaudaraan

Forum Literasi: RPK IMM Paripatetik menggandeng HMI Saintek Sebagai Bentuk Kolaborasi Antar Gerakan Intelektual Mahasiswa

Membuka Potensi Kreatif Lewat Pelatihan Merangkai Manik – manik