“Pemilu Tertutup: Ketertahanan Demokrasi, Hak Pilih Serasa Sedikit Arti”

Oleh: Agung Purnomo*

 


Semarang, 29 Maret 2023. Bidang hikmah PK IMM Paripatetik UIN Walisongo Semarang mengadakan kajian dan diskusi mengenai pemilu proporsional terbuka dan tertutup. Pemateri yang diundang dalam kajian kali ini adalah Immawan Widyan Arkan Arisyi, yang merupakan Sekretaris Bidang Organisasi PC IMM Kota Semarang Tahun 2023. Dipilihnya beliau sebagai pemateri karena beliau juga sebagai mahasiswa Ilmu Hukum Angkatan 2019 UIN Walisongo Semarang yang tentu saja mengetahui tentang kajian ilmu hukum dan perpolitikan.  

Kajian ini diadakan sebagai bentuk tindak lanjut mengenai isu pemilu 2024 yang diusulkan akan dilaksanakan dengan sistem tertutup. Dalam sistem tertutup, rakyat sebagai pemilih tidak dapat secara langsung memilih calonnya secara individual. Mereka harus memilih/mencoblos partai politik yang nantinya partai politik akan memilih siapa saja yang diajukan menduduki jatah kursi di lembaga legislatif. Dengan sistem ini otomatis tidak berlaku demokratisasi bagi rakyat.

Walaupun sistem proporsional terbuka juga memiliki kekurangan, sistem tertutuplah yang dianggap memiiki kekurangan yang lebih banyak. Hal ini terbukti dari selama penerapan sistem proporsional terbuka dan tertutup dalam sejarah pemilu di Indonesia. Setidaknya, setelah penerapan sistem terbuka, Indonesia menjadi lebih maju dari segi pemerintahan daripada sebelumnya.

Kajian ini berlangsung santai dan cukup interaktif. Banyak pertanyaan yang dilontarkan mengenai pemilu dan sistem pemilihan. Peserta kajian tidak bisa maksimal karena pelaksanaan kajian yang dirasa mepet dengan waktu berbuka, banyak yang berhalangan hadir dengan alasan kegiatan lain, kuliah, dan sebagainya. Karena kajian dilaksanakan saat bulan puasa, maka tidak ada konsumsi berupa apapun.


*) Ketua Bidang Hikmah PK IMM Paripatetik 2022-2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SARASEHAN Vol. 2 Halal Bi Halal IMM Paripatetik, Waktu yang Pas untuk Saling Memaafkan dan Menguatkan Persaudaraan

Forum Literasi: RPK IMM Paripatetik menggandeng HMI Saintek Sebagai Bentuk Kolaborasi Antar Gerakan Intelektual Mahasiswa

Membuka Potensi Kreatif Lewat Pelatihan Merangkai Manik – manik