RPK Kampanyekan Kembali Budaya Literasi Melalui Diskusi Kepenulisan Artikel Ilmiah dan Populer


Oleh: Salsabila Safirana Wibisono*


Rabu, 15 Maret 2023, Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) PK IMM Paripatetik, kembali mengadakan diskusi bersama Immawan Burhanuddin Robbany, salah seorang pegiat literasi IMM Kota Semarang sekaligus ketua umum terpilih PC IMM Kota Semarang periode 2023-2024. Bertempat di halaman audit 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang, kajian kali ini membahas mengenai kepenulisan artikel ilmiah dan esai populer atau yang sering disebut sebagai opini

Kajian dibuka dengan pemaparan urgensi, definisi, fungsi, serta unsur-unsur artikel ilmiah dan opini oleh Immawan Burhan. Dilanjutkan dengan penjelasan tentang perbedaan antara kedua jenis tulisan tersebut. Kemudian Immawan Burhan menyebutkan hal-hal penting berkaitan dengan langkah-langkah membuat opini, yaitu pemilihan masalah atau isu, sudut pandang atau Point of View (POV), data, dan pembuatan argumen. “Mengelola keempat hal ini tergantung jam terbang (sering atau tidaknya latihan menulis), makanya menulis itu disebut seni karena tidak semua berdasar teori tapi juga rasa,” imbuhnya.

Tak lupa, Immawan Burhan memberikan tips dan trik bagaimana cara menggaet massa melalui tulisan yang telah dibuat, terutama artikel yang bersifat populer dan memang ditujukan untuk semua lapisan masyarakat. Dalam kajian ini, ia mengupas tuntas pula kiat-kiat membidik pembaca melalui artikel ilmiah dan opini. 

Ia menegaskan bahwa kualitas tulisan yang baik bukan dinilai layak atau tidaknya tulisan itu dibaca. Tetapi kualitas itu dinilai dari layak atau tidaknya tulisan itu dijadikan rujukan. Immawan Burhan menuturkan, “Bukan susunan S-P-O-K yang penting, tapi isinya, nilainya, dan novelty yang bisa diambil dari artikel itu.”

Antusias kader IMM UIN Walisongo pun turut mewarnai kajian kali ini. Cukup ramai kader IMM di luar Paripatetik yang tertarik mengikuti kegiatan ini, di antaranya yakni kader IMM Jendral Soedirman, Al-Faruqi, dan Sayf Battar.

Menjawab pertanyaan salah satu kader mengenai bagaimana cara menumbuhkan minat membaca, Immawan Burhan merekomendasikan untuk membaca tulisan yang disukai atau cocok dengan pribadi masing-masing. Misalnya jika memang menyukai tulisan-tulisan fiksi seperti cerpen dan semacamnya, maka teruslah membaca tulisan-tulisan serupa, barulah kemudian naik ke level yang lebih tinggi seperti artikel yang mengangkat isu-isu sosial dan masyarakat.

Di akhir sesi, Immawan Burhan memberikan semangat dan motivasi kepada para kader untuk terus berlatih menuils. “Menulis itu bukan hanya soal teori tapi juga latihan. Membuat artikel yang menarik itu kuncinya membaca, menulis, mengoreksi tulisan yang sudah dibuat, begitu diulang-ulang,” tuturnya.

Ketua Bidang RPK, Immawati Salsa, menambahkan bahwa kajian ini sendiri memiliki Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa pembuatan antologi esai yang nantinya akan berkolaborasi dengan PK IMM HOS Tjokroaminoto Unnes. Ia berharap dengan diadakannya kajian ini, dapat menambah wawasan serta dapat melahirkan para penulis muda dari kalangan kader IMM UIN Walisongo. 


*Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) PK IMM Paripatetik UIN Walisongo Semarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SARASEHAN Vol. 2 Halal Bi Halal IMM Paripatetik, Waktu yang Pas untuk Saling Memaafkan dan Menguatkan Persaudaraan

Forum Literasi: RPK IMM Paripatetik menggandeng HMI Saintek Sebagai Bentuk Kolaborasi Antar Gerakan Intelektual Mahasiswa

Membuka Potensi Kreatif Lewat Pelatihan Merangkai Manik – manik